Main Article Content

Endang Tri Wahyurini

Abstract

Tanaman mangrove mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu sebagai penyangga kehidupan kawasan pantai. Mengembangkan tanaman mangrove bukan merupakan usaha yang mudah, hal ini memerlukan perhatian dan kepedulian dari semua pihak, baik masyarakat pesisir maupun pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat pesisir dan peran masyarakat pesisir dalam pengembangan tanaman mangrove menuju “ekowisata” di Kabupaten Pamekasan. Metode penelitian dengan menggunakan deskriptif analitik, data primer diperoleh dari survei pada masyarakat petani mangrove yang bergabung pada LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) (50 responden) yang aktif dan terlibat langsung dalam kegiatan pengembangan tanaman mangrove. Data data sekunder diambil dari dokumen yang relevan, adapun analisis data menggunakan deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peranan pemerintah terhadap pemberdayaan masyarakat pesisir dalam pengembangan tanaman mangrove memperoleh skor rata-rata 49,94 termasuk kategori cukup, (2) Partisipasi masyarakat dalam pengembangan tanaman mangrove memperoleh skor rata-rata 41,81 termasuk kategori cukup.


Keywords: Pemberdayaan, partisipasi, masyarakat pesisir, mangrove, ekowisata

References

Agustono, 1996. Nilai Ekonomi Hutan Mangrove Bagi Masyarakat (Studi kasus dimuara Cimanuk Indramayu ). Tesis PPs IPB, Bogor.
Anonimous, 2015. BPS. Kab. Pamekasan.. Pamekasan dalam Angka. Pamekasan Departemen Kehutanan Republik Indonesia. 2015.
Rahiem Fathor, 2005. Hubungan Kerapatan Mangrove dengan Jumlah Ikan di Kawasan Mangrove Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan Madura. Tesis Program Pascasarjana Unibraw, Malang.
Kusmana, C. 1995. Habitat Hutan Mangrove dan Biota. Laboratorium Ekologi Hutan. Fakultas Kehutanan. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Mulyana, Slamet. 1996. Peranserta Masyarakat dan Upaya Pengendalian Kerusakan Ekosistem Kawasan Pesisir. Makalah disampaikan pada pelatihan penanganan pengendalian dan pengelolaan kawasan pesisir. Pantai dan laut. Pemda Tingkat I Jawa Tengah. Tanggal 21-26 Oktober 1996.
Nasir. 2003. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta.
Nurmalasari, Y. 2001. Analisis Pengelolaan Wilayah Pesisr Berbasis Masyarakat. http://www.stmik- im.ac.id/userfiles/jurnal%20yessi.pdf. Diakses tanggal 10 Februari 2013.
Parawansa, Indar. 2007. Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah dalam Pengelolaan Hutan Mangrove di Teluk Jakarta secara Berkelanjutan. Disertasi. Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor
Rasyid, Ryaas M. 1996. Makna Pemerintahan, Tinjauan dari segi Etika dan Kepemimpinan. Yasrif Watampua, Jakarta.
Santoso, Singgih. 2003. SPSS Versi 10. Mengolah Data Statistik Secara Profesional. Elex Media Komputindo. Jakarta.
Sugijono. 1999. Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta. Bandung.
Suharsimi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta. Jakarta.
Sumodiningrat, G. 1999. Pemberdayaan Masyarakat dan Jaring Pengaman Sosial. Gramedia. Jakarta.
Supriyanto. 2004. Hubungan Pemberdayaan dan Partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi Hutan Mangrove di Desa Jetis Kecamatan Nusawungu. Kabupaten Cilacap. Tesis. PP Undip. Semarang.
Sutrisno. 2015 Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Pesisir dalam Pengembangan Tanaman Mangrove di Kabupaten Pati. Jurnal Bina Praja | Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2015
UU RI No 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah
Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.
Ummah, Y. C., & Wajdi, M. B. N. (2016). Dismantling Paradigm Book Ta’limul Muta’allim. Educatio : Journal of Education, 1(2), 1–10. Retrieved from http://www.ejournal.staimnglawak.ac.id/index.php/educatio/article/view/26
Wajdi, M. B. N. (2016). HARMONISASI NILAI PENDIDIKAN ISLAM DENGAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL. Jurnal Studi Islam: Pancawahana, 11(1), 51–78.