Main Article Content

Eliyyil Akbar

Abstract





Ultimatum pemerintah dalam melestarikan budaya menjadikan agenda penting bagi pendidik untuk mengenalkan lingkungan dalam pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dapat dijadikan acuan, sehingga ketidaksesuaian antara pelaksanaan dan perencanaan dalam suatu pembelajaran mengakibatkan ketidakcapaian tujuan akhir. Pendampingan ini dilakukan karena kondisi di lapangan bahwa guru kurang mampu menyusun sendiri rencana pembelajaran, guru langsung mengambil dari internet atau mengcopy paste dari kawan. Selain itu, anak-anak tidak mengetahui budayanya sendiri seperti adat istiadat, tari serta makanan khas yang disebabkan karena sistem pendidikan saat ini lebih menekankan kemampuan kognitif dan mengenyampingkan penanaman nilai budaya. Pendidikan pada daerah Gayo lebih memprioritaskan keislaman karena sesuai dengan otonomi khusus untuk menegakkan syariat Islam. Fokus kegiatan ini adalah mengkaji bagaimana proses pendampingan pembuatan perencanaan pembelajaran Islami berbasis kearifan lokal, cara menginternalisasikan kearifan lokal dalam suatu pembelajaran, dan hasil pembelajaran Islami berbasis kearifan lokal. Proses pendampingan dilakukan dengan pemahaman dan praktik. Cara menginternalisasikan kearifan lokal dalam suatu pembelajaran dalam suatu RPPH maupun RPPM. Pendampingan ini dalam titik fokus pembelajaran Islami berbasis kearifan lokal dalam bentuk mengembangkan perkembangan moral anak seperti tertib, setie, semayang-gemasih, mutentu, amanah, genap-mupakat, alang-tulung dan bersikekemelen.






Keywords: perencanaan, pembelajaran Islami, kearifan lokal

References

Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana, 2010.
Eliyyil Akbar, Aktualisasi Nilai-Nilai Moral Anak Usia Dini dengan Konsep Lokal Wisdom di
Tanoh Gayo, Ath-Thariq: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman dan Sosial, Vol.12 No.1, 2016. Harjanto, Perencanaan Pengajaran, Jakarta: Rineke Cipta, 2010.
Herimanto, Winarto, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2010.
Irwan Abdullah, dkk., Agama dan Kearifan Lokal dalam Tantangan Global, Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2008.
J.I.G.M. Drost, S.J, Sekolah: Mengajar atau Mendidik, Yogyakarta: Kanisius, 1998
Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2003.
Risa Alfiyah Ulfa, Internalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Melalui Prinsip Pendidikan Berbasis
Keunggulan Lokal (PBKL) Pada Pendidikan Anak Usia Dini.
Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Sari, Devit Etika, and Muh Barid Nizarudin Wajdi. “The Effectiveness Of The Method of GI With Electronic Workbench Study To Improve Activities and Results Student.” Educatio : Journal of Education 2, no. 1 (May 30, 2017): 136–150. Accessed October 24, 2017.
http://www.ejournal.staimnglawak.ac.id/index.php/educatio/article/view/22.
Wajdi, M Barid Nizarudin. “HARMONISASI NILAI PENDIDIKAN ISLAM DENGAN
KEARIFAN BUDAYA LOKAL.” Jurnal Studi Islam: Pancawahana 11, no. 1 (2016): 51–78.