##theme.engagementTheme.article.main##

Yerik Afrianto Singgalen
A.Y. Agung Nugroho
Suharsono
Alfonso Harrison Nantingkaseh
Hironimus Cornelius Royke

: A collaborative approach between stakeholders can create regional tourism resilience from an institutional perspective. Therefore, stakeholders' level of interest and influence needs to be identified, classified, analyzed and evaluate comprehensively through case studies from the Penta Helix collaboration model and Actor-Network Theory (ANT) perspective. This study uses qualitative interpretative methods through a case study of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program conducted by the Atma Jaya Catholic University of Indonesia in research learning involving lecturers and students in Pringsewu Regency, Lampung. Data collection techniques using in-depth interviews, observations, and document studies. Meanwhile, a Focus Group Discussion (FGD) was also held involving the Tourism Awareness Group known as Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Tourism Destination Managers, and the Tourism Department of Local Government. The data processing of this research uses the triangulation technique to obtain valid and credible information. This study indicates that MBKM Project can integrate the stakeholders' interest and influence through various development programs to achieve tourism resilience which is beneficial for the socio-economic, socio-cultural, and socio-ecological dimensions. The Penta Helix collaboration model and ANT perspectives can monitor network development to identify key actors as senders, recipients, subjects, objects, assistants, and challengers in the actant scheme to optimize message translation for integrating interests.


Keywords: Actor-Network Theory, MBKM, Penta Helix, Tourism, Pringsewu
Alvionita, V., Darmastuti, A., K, R. C., & Makhya, S. (2021). Evaluasi Kebijakan Publik Tentang Program Pengembangan Pariwisata Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 47(1), 114–141. http://doi.org/10.33701/jipwp.v47i1.1489
Anggraini, A. R., & Oliver, J. (2013). Kebijakan Pengembangan SDM Bidang Oariwisata di Kalimantan Tengah. Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Pemerintahan, 2(2), 18–23.
Aribowo, H., Wirapraja, A., & Putra, Y. D. (2018). Implementasi Kolaborasi Model Pentahelix Dalam Rangka Mengembangkan Potensi Pariwisata Di Jawa Timur Serta Meningkatkan Perekonomian Domestik. Jurnal Mebis (Manajemen Dan Bisnis), 3(1), 31–38. http://doi.org/10.33005/mebis.v3i1.21
Berliandaldo, M., Chodiq, A., & Fryantoni, D. (2021). Kolaborasi dan Sinergitas Antar Stakeholder dalam Pembangunan Berkelanjutan Sektor Pariwisata Di Kebun Raya Cibinong. INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis Dan Manajemen Indonesia, 4(2), 221–234. http://doi.org/10.31842/jurnalinobis.v4i2.179
Ismail, H. M. (2010). Analisis Kebijakan Penarikan Retribusi Pariwisata (Studi Implementasi Perda Nomor 27 Tahun 2002 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Pariwisata di Kabupaten Trenggalek). Jurnal Aplikasi Manajemen, 1(4), 1106–1118.
Mulyadie, M. (2015). Implementasi Kebijakan Pembangunan Pariwisata Di Kawasan Teluk Palu. Katalogis, 3(8), 90–94.
Mustafa. (2017). Skema Aktan dan Fungsional Cerita Sangbidang. Sawerigading, 23(2), 205–216.
Mustika, R. (2018). Inovasi Teknologi Portal Intranet Kominfo: Perspektif Actor Network Theory. Jurnal Komunikasi Indonesia, 4(1), 38–47. http://doi.org/10.7454/jki.v4i1.8877
Prayudi, Ardhanariswari, K. A., & Probosari, N. (2020). Analisis Kota Yogyakarta Sebagai Kota Kreatif : Pendekatan Sinergitas Quadro Helix. Jurnal EKSOS, 2(2), 94–105.
Priambodo, M. P. (2015). Implementasi Kebijakan Ekonomi Pariwisata dan Perwujudan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Batu. Jurnal Ekonomi Studi Pembangunan, 7(2), 27–34.
Puspitasari, R., & Nugroho, R. (2021). Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka FISIP UPN Veteran Jawa Timur. Jurnal Dinamika Governance, 11(2), 276–292.
Rachmaningrum, N., & Falahah. (2012). Pengembangan Situs Promosi Pariwisata Pulau Flores Berbasis Kolaborasi. In Seminar Nasional Informatika (pp. 181–187).
Raseuki, F., & Choiriyati, W. (2019). Aktifitas Branding Geopark Ciletuh Oleh Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Dalam Perspektif Penta Helix. Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 165–175. http://doi.org/10.35760/mkm.2019.v3i2.2339
Singgalen, Y. A., Wiloso, P. G., & Sasongko, G. (2017). Evaluation of the Implementation of Tourism Policy. JKAP (Jurnal Kebijakan Dan Administrasi Publik), 21(1), 82. http://doi.org/10.22146/jkap.16751
Sugiama, A. G. (2013). Kerangka Kerja Pengembangan Aset Pariwisata dari Model Triple Helix (Hubungan Akademia-Industri-Pemerintah). Jurnal Orasi Bisnis, 10(5), 27–36.
Surilansih, P., Supriyono, B., & Hadi, M. (2013). Upaya Pelaksanaan Sinergi Kebijakan Transportasi Sebagai Penunjang Pengembangan Potensi Pariwisata Di Kota Blitar. Jurnal Administrasi Publik Mahasiswa Universitas Brawijaya, 1(4), 203–214.
Trianggono, B., Wiloso, P. G., & Sasongko, G. (2018). Pariwisata Dalam Perspektif Actor Network Theory (Studi Kasus Top Selfie Pinusan Kragilan Desa Pogalan, Jawa Tengah, Indonesia). Jurnal Pariwisata Pesona, 3(2), 91–104. http://doi.org/10.26905/jpp.v3i2.2414
Wulandari, S., Sanjaya, D., Anggraini, R. D., & Khairunnisa. (2020). Skema Aktan Dan Struktur Fungsional A.J. Greimas Dalam Cerita Asal Mulo Jambi Tulo Dan Jambi Kecik. Pena Literasi, 3(1), 50–61. http://doi.org/10.24853/pl.3.1.337-348